Edukasi

KILL OR BE KILLED ON THE STOCK MARKET

Banyak Orang terjun di pasar Modal karena tergiur dengan hasil trading yang luar biasa seperti 10%-20% dalam waktu yang relatif singkat. Namun banyak yang tidak mengetahui semakin besar keuntungan yang  diharapkan semakin besar juga resiko yang akan dihadapinya. Resiko Ini lah yang banyak dilupakan oleh mayoritas trader pemula. Menembak  saham  yang sedang ramai / sedang naik dan berharap saham tersebut akan naik sampai batas maksimal tanpa menggunakan strategi dan manajemen modal. Ketika saham tersebut berbalik arah mereka cenderung berharap hari esok akan naik kembali. Tidak sedikit  dari trader pemula yang menjadi investor mendadak yang dikarenakan harapan mereka terhadap kesertaan mereka pada saham-saham yang pada saat itu sedang di distribusikan oleh bandar.

Apa penyebab dari anda terbunuh oleh saham anda ?

Ada 2 penyebab terjadinya hal tersebut :

Pertama: Trader enggan melakukan eksekusi Cut Loss atau Stop Loss ketika harga saham turun. Banyak sekali trader yang mengabaikan level Stop Loss dalam aktifitas trading saham. Bahkan ketika menyentuh level stoploss mereka tidak mau menjual karena berharap harga tersebut memantul kembali dan bisa menjual dalam posisi untung. Namun yang terjadi adalah sebaliknya dari harapan trader tersebut. Harga saham malah turun semakin dalam. Disaat seperti inilah mereka mengatakan “tidak apa-apa hitung-hitung investasi”. Namun yang disayangkan saham yang dibeli merupakan saham goreng yang tidak layak investasi. Semakin lama di hold harga saham tersebut semakin turun. Ini lah hal pertama yang sering terjadi Pada trader Pemula.

Kedua: Trader tidak mau menjual ketika harga sahamnya sudah naik puluhan persen dan mengharapkan kenaikkannya bisa mencapai 25% lebih tanpa ada alasan yang logis. Banyak Trader Pemula yang tidak memahami/ tidak mempunyai rencana trading mengenai Target Harga dan tidak melakukan Profit Taking. Ketika Profit Trader tersebut yang tadinya 10% menjadi 5%. mereka mengatakan “Kenapa tidak saya jual saja tadi ya, ya sudah nanti kalau naik ke 10% lagi saya jual”. Sambil Berharap  harga akan berbalik lagi ke harga dimana mereka untung 10%, Namun yang terjadi sebaliknya ,harga saham yang diharapkan naik malah semakin turun dan akhirnya yang tadinya untung sekarang menjadi Rugi. Dan hal ini juga menyebabkan trader tersebut menjadi investor dadakan.

Hanya masalah kedisplinan ketika anda telah melakukan rencana trading dengan baik

Trader pemula yang sudah melakukan analisa dan menentukan level dimana mereka harus melakukan StopLoss dan Profit  taking terkadang mengabaikan rencana trading mereka.

Ada 2 skenario yang menyebabkan seorang Trader mengabaikan level StopLoss dan Profit Taking.

Pertama: ketika Trader telah menjual saham pada target harga yang telah ditentukandan kemudian harga sahamnya terus menanjak naik diatas batas target harga yang telah dibuat. Hal ini sering terjadi sehingga membuat Para Trader Pemula menjadi serakah (Melupakan rencanatrading).

Kedua: ketika Trader telah disiplin melakukan stoploss dan harga tersebut malah berbalik naik setelah harga menyentuh level stoploss. Hal ini juga yang membuat trader pemula melupakan level Stoploss

Ketika kedua hal diatas terjadi menurut kami sebaiknya Seorang Trader pemula perhatikanlah dimana level anda harus menjual saham tersebut. Ketika anda telah menjual saham dan ternyata harga saham tersebut tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, lupakan saham tersebut dan fokuslah pada saham yang akan ada beli selanjutnya untuk menggantikan kerugian anda atau cari momentum dilevel mana anda dapat membeli saham itu kembali.

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

WhatsApp chat WhatsApp us